Arsip Kategori: Motivasi Nikah

Download Kajian “Bila Cinta Terhalang Restu Orang Tua”

Masalah dengan orangtua. Inilah yang sering dihadapi pemuda-pemudi yang ingin menikah. Ada sahabat-sahabat kita, yang sangat bersemangat. Mereka ingin menyempurnakan separuh agamanya, dan kemudian harus memendam perasaan sedih bahkan kadang seperti tak ada harapan lagi ketika orangtua tidak merestui.

Jadi, jika hari ini engkau mengeluh, sesungguhnya ada banyak orang yang menghadapi masalah yang sama. Engkau tidak menghadapi masalah sendirian. Ada banyak sahabat-sahabat kita yang juga butuh tempat untuk menuntaskan masalahnya yang sangat berat, dan barangkali malah lebih berat daripada yang engkau hadapi saat ini. Baca lebih lanjut

Download Kajian “Kupinang Engkau Dengan Hamdalah”

artworks-000072230905-7u25we-t200x200Kajian “Kupinang Engkau Dengan Hamdalah” bersama Mohammad Fauzil Adhim. Re-upload dari SoundCloud Muhammad Syahid Sundana

Isi pembahasan:

  • Meminang Dalam Pandangan Syariat
  • Meluruskan Pandangan Tentang Mahar
  • Walimatul ‘Ursy Dalam Syari’at Islam
  • Aktivitas Dakwah Muslimah Setelah Menikah
  • Peran Istri Sholihah Mendukung Aktivitas Da’wah Suami
  • Nikah Beda Harokah, Bagaimanakah?

Link Download
(19 MB)

Pembahasan lebih lengkap seputar topik, bisa dibaca di buku “Kupinang Engkau Dengan Hamdalah” karya Mohammad Fauzil Adhim. Pemesanan: Redaksi IMFB atau SMS: 0853 7698 0525. Semoga Allah ridha.

Kalau Sudah Nikah Tidak Perlu Canggung

Di sela-sela surat Al Baqarah ayat 187 ada frase ayat yang menarik. Sebuah perumpamaan yang Allah buat untuk hubungan antara suami dan istri.

“Hunna Libaasul lakum wa Antum Libaasul Lahunna..” (QS. 2:187)

“Mereka (istri) adalah pakaian untuk kalian dan kalian adalah pakaian untuk mereka..”

Karena penasaran dengan makna perumpamaan diatas maka saya buka buku tafsir favorit saya, Aisarut Tafasir. Disitu saya temukan perkataan menarik dari Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi ketika beliau menjelaskan ayat tersebut. Kira-kira begini terjemahan dari ucapan beliau:

“Lelaki tidak perlu canggung kepada istrinya, pun istri juga tidak usah malu-malu kepada suaminya. Lelaki menjadi pelindung bagi istri dan istri menjadi peneduh bagi suami sebagaimana baju yang menempel pada tubuh..”

So, kalau sudah ijab-sah, segera singkirkan rasa malu, canggung, pekewuh, ngga enakan, dan seterusnya. Limpahkan segala rasa dan tunjukkan cinta kepada pasangan. (Islamic Studies Center Online)

Bila Cinta Terhalang Restu Orangtua

cepet nikah jangan jomblo aja1. Jika keinginan menikah terhalang restu, apa yg akan kita lakukan? Backstreet? Nentang ortu? Merajuk? kawin lari?

2. Jarang yg berpikir jernih & bersikap tenang saat tak direstui. Sebaliknya, frontal melawan atau nangis merajuk

3. Padahal menentang ortu/ merajuk takkan memperbaiki keadaan, malah sebaliknya justru akan memperparah

4. Hubungan dg ortu juga akan jadi tegang… Padahal berlaku santun pada keduanya adalah kewajiban utama

5. Banyak yg maksain diri nikah lari tanpa restu, hati ortu terluka, eh pernikahannya juga tak bahagia

6. Keridhaan ortu awal ridha-Nya, kemarahan ortu awal murka-Nya.. Mau hidup dimurkai-Nya?

7. Lalu, gimana solusinya? Kan sering alasan ortu tak restu itu samasekali ga masuk akal? Baca lebih lanjut

Indahnya Menikah Full Barokah

Dikirim oleh: Dany Hadi Wijaya

Saya sebenarnya sempat ragu dan tidak percaya dengan judul tulisan diatas tetapi setelah saya membuktikan sendiri maka saya semakin percaya dan tambah kuat keyakinan saya bahwa menikah dapat mendatangkan dan melapangkan rejeki yang melimpah bagi siapa saja.

Hal ini saya alami sendiri dan saya ceritakan sebagai motivasi bagi Anda pemuda dan pemudi yang masih ragu dan galau untuk segera menikah dengan berbagai alasan dan pertimbangan karena menunggu semuanya ingin sempurna. Sadarilah bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini, yang ada hanyalah kita berusaha mencari yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita. Baca lebih lanjut

Cerdas Memilih Jodoh: Langkah Awal Menentukan Pilihan

Bagi Anda, wahai calon suami. Sebelum melenggang ke pelaminan, hendaknya memperhatikan beberapa nasihat berikut ini:

1. Shalat Istikharah

Jika Anda menginginkan sesuatu, hendaklah Anda shalat istikharah dan berdoa agar Allah memilihkan yang terbaik bagi Anda. Istikharah tidak hanya dilakukan saat seseorag yang hendak menikah. Istikharah bisa dilakukan untuk semua perkara kebaikan. Dengan shalat istikharah tersebut, seseorang meminta kepastikan tentang apa yang akan diperbuat dan langkah apa yang akan ditempuh.

2. Meminta Pendapat pada Orang yang Tepat

Ada baiknya, sebelum mengambil keputusan, seseorang meminta pendapat dan pengarahan pada orang yang tepat, yang dikenal keilmuan dan amanahnya.

Meminta pendapat dan pengarahan kepada orang lain bukanlah aib yang menjatuhkan harga diri dan martabat. Bahkan, dengan meminta pendapat orang lain memungkinkan terbukanya jalan keluar, atau tersingkapnya perkara-perkara yang tidak diketahui. Meminta pendapat adalah tradisi dan ciri khas para ulama, dengan cara inilah mereka menjadi terkenal dengan pendapatnya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anha berkata, “Tidak pernah aku melihat orang yang paling sering mengajak musyawarah sahabatnya dibanding Rasulullah.” (Zadul Ma’ad, Imam Ibnul Qayyim).

3. Doa

Jangan melupakan aspek doa, karena doa merupakan sarana terbaik yang harus selalu berdampingan dengan istikarah dan musyawarah. Usahakan selalu mengulangi doa, karena doa adalah ibadah yang paling agung.

Ada banyak sekali waktu yang baik dan mustajab untuk berdoa, diantaranya:

- Dipertigaan malam
– Setelah shalat fardhu
– Antara adzan dan iqamat
– Saat turunnya hujan
– Ketika sujud dalam shalat (berdoa dalam hati, tidak dilafazh-kan)
– Ketika minum air zam-zam
– Dan lain-lain.

Nikah Muda!

cepet nikah jangan jomblo ajaUmur berapa idealnya seseorang itu menikah? Sering alasan belum mapan, mengejar karier dan pendidikan membuat orang menunda pernikahannya begitu lama. Tapi ada juga yang kesannya tergesa-gesa menikah di usia belasan sehingga muncul istilah “Nikah Muda”.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Pria pada umur 19 tahun dan Wanita yang berumur 16 tahun, sudah bisa melangsungkan pernikahan, dengan syarat; usia di bawah 21 tahun, harus ada izin dari orangtua masing-masing. Namun dalam ajaran agama Islam, tetap saja izin dari orangtua itu perlu, tak peduli usia berapa pun menikah.

Memang perlu ada banyak pertimbangan yang harus dicermati kalau berniat untuk menikah muda. Karena kalau diperhatikan, anak muda usia belasan di Indonesia sesuai undang-undang di atas, rata-rata justru masih labil-labilnya, belum matang dan belum dewasa.

Fenomena maraknya Ababil dan anak-anak 4LaY di Indonesia ini juga menambah kekhawatiran orangtua untuk melepaskan anaknya menikah. Gak kebayang ‘kan ketika anaknya yang tiap pagi masih suka nonton acara musik lipsync di televisi itu tiba-tiba aja minta izin untuk nikah. Setelah orang tua mengalah dan akhirnya ngebolehin karena khawatir anaknya terjerumus dosa, eh trus anaknya malah balik nanya: “Enelan? Ciyus? Miapah? -____-” Baca lebih lanjut